9 Penyebab Kinerja Komputer lambat
Ketika komputer kita terkena malware ( virus, worm, trojan, dan sejenisnya), sudah hampir dapat dipastikan bahwa kinerja okmputer akan lambat. Virus akan sering menggunakan sumber daya komputer baik RAM atau CPU, termasuk juga senantiasa memantau aktivitas komputer. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja aplikasi lain.
Solusi untuk mencegah ini bagi pengguna Windows adalah menginstall Antivirus dan tidak hanya berhenti disitu saja, tetapi rutin update antivirus tersebut. Jadwalkan paling tidak seminggu sekali jika komputer tidak online.
2. Spyware, Adware dan sejenisnya
Jika kita sering menggunakan komputer untuk ber-internet, jika tidak berhati-hati ada kemungkinan komputer bisa terkena spyware. Efeknya mungkin tidak begitu besar dengan kinerja komputer, tetapi bisa berpengaruh pada akses internet, dan berbagai hal yang menganggu kenyamanan berinternet dan yang lebih buruk, data-data penting (user, password, account dll) kita bisa di ketahui oleh si pembuat spyware ini.
Solusi bisa menginstall Anti-spyware yang juga senantiasa update, hanya perlu dipilah-pilah mana yang tidak banyak menggunakan sumber saya (resources) komputer kita, karena tidak jarang Antispyware ini menggunakan CPU dan Memory yang cukup besar. Jika antivirus sudah menyertakan, kita tidak perlu menambah. Atau gunakan versi portable, dan scan dari spyware secara berkala saja.
3. Banyaknya Aplikasi berjalan di belakang
Semakin banyak komputer kita dengan software, biasanya akan semakin memperlambat kinerja komputer, meskipun pengaruhnya ada yang relatif kecil dan ada yang besar. Penting untuk diketahui ketika menginstall software, cek apakah ada aplikasi yang senantiasa berjalan di belakang. Hal ini bisa di ketahui dengan program seperti Autoruns.
Solusi dalam hal ini adalah menggunakan sofware yang penting saja, pilih satu software jika ada beberapa software sejenis atau mempunyai fitur hampir sama dan jika ada versi Portable-nya maka bisa menjadi alternatif. Untuk mengurangi program yang berjalan di background, gunakan Autoruns, dan non aktifkan aplikasi background yang tidak penting. Untuk mengatahui apakah aplikasi yang di install akan menjalankan program di belakang, install software seperti WinPatrol.
4. Hard disk (HDD) yang sudah berumur
Ketika komputer kita masih menggunakan Hardisk yang sudah cukup lama (tua), mungkin lebih dari 5 tahun, maka kinerja komputer bisa semakin lambat. Untuk mengecek, kita bisa menggunakan software gratis HDD Tune dan sejenisnya (baca artikel: Periksa Kondisi Hard Disk Komputer Anda). HDD SATA normal biasanya rata-rata akses read (baca) sekitar 70 – 90 MB/s. Jika misal rata-rata akses HDD dibawah 50 MB/s maka kinerja biasanya akan terasa lambat.
Solusi ketika hardisk sudah sangat lambat, mungkin bisa dicoba dengan full format (awas, backup data terlebih dahulu). Meskipun untuk hardisk tua hal ini biasanya tidak akan banyak membantu, sehingga yang paling baik adalah dengan mengganti hardisk baru, dan jika masih ingin menggunakan hardisk lama, gunakan sebagai secondary hardisk saja.
5. RAM/Memori yang pas-pasan
Banyak sedikitnya jumlah RAM/Memori yang kita gunakan memang tidak bisa dibuat standard sama untuk satu komputer dengan komputer lain atau bahkan sistem operasi. Meskipun ketika akan menginstall Windows, ada spesifikasi minimal RAM, tetapi jenis aplikasi yang kita gunakan juga harus diperhitungkan. Untuk mengecek, buka saja Task Manager dan di bagian Performance periksa PF Usage dan juga Physical Memory yang menunjukkan total Memory fisik (RAM) dan sisa tersedia (Available).
Jika kita tidak sedang menjalankan aplikasi apapun, tetapi sisa RAM tidak lebih dari setengahnya, biasanya kinerja komputer akan lambat, maka harus diperiksa aplikasi apa saja yang menggunakan banyak memory (RAM), secara umum bisa dicek di tab Process, kolom Mem Usage. Jika memang RAM kita pas-pasan (misal windows XP dengan RAM 512 MB atau kurang, windows 7 dengan 1 GB RAM), maka solusinya termurah adalah mengurangi aplikasi yang banyak memakan memory. Solusi terbaik adalah Upgrade memory (RAM) (baca: Mengenal apa itu RAM ).
6. Konflik aplikasi atau program yang di install
Tidak jarang dua aplikasi dalam kategori yang sama bisa berakibat terjadinya konflik, yang semakin memperlambat kinerja komputer. Tanda-tanda terjadi konflik adakan komputer yang bermasalah setelah kita menginstall suatu software, padahal sebelumnya tidak ada masalah. Yang sering terjadi konflik biasanya di kategori software security, semisal antivirus.
Misalnya kita menggunakan 2 antivirus atau lebih. Meskipun beberapa antivirus bisa berjalan bersamaan, tetapi tetap tidak direkomendasikan, kecuali untuk pengguna ahli atau untuk ujicoba. Belum lagi ketika masih harus menginstall software security lainnya.
Jika ada alternatif berbagai software sejenis, maka jika memungkinkan pilih satu saja yang bisa mewakili, dan unggul dalam kinerja dan hasil. Terutama untuk jenis software yang banyak mengakses sumber daya atau sistem operasi.
7. Pemilihan Software yang kurang tepat
Tidak sedikit orang hanya ikut-ikutan (trend) dalam penggunaan software, padahal fitur yang diinginkan sebenarnya terdapat dalam software lain yang kecil dan gratis. Jika spesifikasi komputer kita memang minimal atau kita ingin bekerja dengan cepat, maka pilihlah software yang tepat. Software dengan ukuran besar tidak senantiasa lebih baik dan tepat bagi masing-masing kita. Berikut beberapa contohnya :
Ketika kita hanya ingin burning data ke CD/DVD, solusi tepat bisa menggunakan software ImgBurn yang hanya berukuran sekitar 5 MB atau software burning gratis lainnya yang relatif kecil daripada menginstall Nero Multimedia Suite yang berukuran sekitar 354 MB.
Ketika kita bekerja dengan data terkompresi ( zip, rar ), software gratis seperti 7zip yang hanya berukuran sekitar 1 MB seharusnya sudah mencukupi, daripada menginstall Winzip 15 yang berukuran hampir 13 MB dan juga tidak gratis (software kompresi gratis lainnya)
Jika menggunakan Photoshop 7 atau CS1/2 sudah mencukupi untuk kebutuhan grafis, maka menginstall Photoshop CS5 perlu difikir ulang, karena spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga kerja bisa semakin lambat.
8. Banyaknya Software yang terinstall
Meskipun software-software yang di install tidak berjalan di belakang, tetapi hampir setiap software selalu menambahkan entry (data) ke registry, sehingga semakin banyak software yang di install ukuran registry (windows) juga akan semakin besar. Karena registry ini akan di akses baik ketika komputer berjalan maupun sudah berjalan, besar kecilnya juga mempengaruhi ke kecepatan/ waktu respon-nya.
Solusinya adalah menggunakan software yang memang diperlukan saja, Uninstall software yang tidak penting dan gunakan Uninstaller seperti Revo Uninstaller agar proses uninstallasi lebih tuntas. Untuk membersihkan software yang sudah di uninstall, bisa juga menggunakan berbagai Utilities gratis.
9. Penggunaan Efek Windows yang berlebih
Windows Xp, Vista maupun windows 7 menyediakan opsi untuk menggunakan tampilan dengan berbagai efek. Jika komputer kita mempunyai spesifikasi yang bagus, tentu berbagai efek ini tidak menjadi masalah, tetapi jika ingin performa cepat, berbagai efek windows bisa di non aktifkan.
Misalnya Untuk windows XP, klik kanan My Computer, pilih tab Advanced dan klik setting bagian Performance. Kita juga melalukan tweak sistem untuk mendapatkan setting yang tepat dan cepat, dengan menggunakan software semisal X-Setup Pro.
Sebenarnya selain 9 hal diatas masih banyak sebab lain, seperti berbagai service windows yang berjalan yang sebenarnya tidak diperlukan, pemilihan dan pengaturan hardware yang tidak optimal, space primary disk (misalnya drive C yang diambang batas atau hampir habis, dan lainnya.
Cara crack aktivasi Win7 all version
sebelumnya gan saya install windows 7 professional 32 bit
setelah saya install dia minta aktifasi 30 hari.hehehe.akal bulus saya jalan dah.kekekeke.saya berpikir ilangin aja aktifasi..
sebelum di crack tampilan computer saya seperti ini
lalu tahapnya yaitu crack dengan sofware ini nama nya RemoteWat . Unduh sofwarenya bisa Klik ke TKP bs diliat di screenshot ini
lalu klik 2 kali sofware ini tnggu dia kan mengcrack windows 7 anda..setelah selesai dia akan mereboot/merestart komputer anda
setelah itu tampilan my properties anda dari computer akan seperti dibawah ini gan

setelah saya install dia minta aktifasi 30 hari.hehehe.akal bulus saya jalan dah.kekekeke.saya berpikir ilangin aja aktifasi..
sebelum di crack tampilan computer saya seperti ini
setelah itu tampilan my properties anda dari computer akan seperti dibawah ini gan
hehehe.moga bermanfaat
Perang Jaringan
Dunia cyber memang tak akan habis kalau terus menguak seluk-beluk tentang keamanan jaringan, mulai dari yang newbie sampai dengan advance
Saya kembali dari camping dengan membawa sedikit mainan kecil yang bisa dibilang cukup asyik untuk menemani kita berperang dalam jaringan kecil baik itu LAN atau Wireless LAN (WLAN). Yup, netcut sebuah aplikasi yang sudah sangat familiar di telinga para kaum pencuri bandwidth, pentester, hingga hacker ini telah mencapai versi 2.1.1. Namun tahukah Anda bahwa berbarengan dengan rilis netcut baru itu kini Arcai.com’s selaku vendor netcut telah merilis software sandingan untuk melawan netcut yang telah disalahgunakan untuk kejahatan, yaitu Netcut Defender yang saya bawa dengan versi 2.1.1

Prinsip kerjanya masih sama dengan checklist Protect My Computer di program netcut itu sendiri, bedanya tools ini lebih dibuat khusus untuk bertahan dari netcut (saya belum mencoba untuk network attack selain netcut). Aplikasi ini secara default akan berjalan saat startup di systemtray.

Untuk Anda yang suka berperang jaringan dengan netcut dan tidak sedang menghidupkan firewall baik di komputer Anda maupun di network, tools ini pantas untuk dicoba karena memang dari pihak Arcai.com’s sendiri sedang membutuhkan bantuan Anda untuk mengujinya
Saya? Saya sudah mendapati beberapa kekurangan ketika bereksperimen dengan ini adalah :
1. Tulisan Protected by Netcut Defender bukan berasal dari Netcut Defender melainkan dari Netcut itu sendiri. Intinya Netcut 2.1.1 ini belum bisa mengenali Netcut Defender 2.1.1 dengan baik.


2. Bila window diclose maka program bukan akan tertutup melainkan dikecilkan menuju syatemtray, dengan kata lain action untuk close dan minimize menjadi sama yang seharusnya berbeda
3. Netcut dan Netcut Defender masih memaksa untuk run saat startup biarpun opsi untuk startup telah dihilangkan
Dengain ini bug-bug tersebut telah saya submit ke pihak netcut untuk diperbaiki
Untuk saat ini saya belum merekomendasikan Anda untuk memakai tools Netcut Defender mengingat masih banyaknya bug yang ada, lebih baik bila Anda mempercayakan kepada ahli firewall yang lebih baik seperti Comodo Firewall
Download Netcut dan Netcut Defender di sini
ORIGINAL RESOURCE: Netcut-2-1-1-dan-netcut-defender-2-1-1-senjata-sederhana-nan-asyik-untuk-perang-jaringan
Saya kembali dari camping dengan membawa sedikit mainan kecil yang bisa dibilang cukup asyik untuk menemani kita berperang dalam jaringan kecil baik itu LAN atau Wireless LAN (WLAN). Yup, netcut sebuah aplikasi yang sudah sangat familiar di telinga para kaum pencuri bandwidth, pentester, hingga hacker ini telah mencapai versi 2.1.1. Namun tahukah Anda bahwa berbarengan dengan rilis netcut baru itu kini Arcai.com’s selaku vendor netcut telah merilis software sandingan untuk melawan netcut yang telah disalahgunakan untuk kejahatan, yaitu Netcut Defender yang saya bawa dengan versi 2.1.1
Prinsip kerjanya masih sama dengan checklist Protect My Computer di program netcut itu sendiri, bedanya tools ini lebih dibuat khusus untuk bertahan dari netcut (saya belum mencoba untuk network attack selain netcut). Aplikasi ini secara default akan berjalan saat startup di systemtray.
Untuk Anda yang suka berperang jaringan dengan netcut dan tidak sedang menghidupkan firewall baik di komputer Anda maupun di network, tools ini pantas untuk dicoba karena memang dari pihak Arcai.com’s sendiri sedang membutuhkan bantuan Anda untuk mengujinya
Saya? Saya sudah mendapati beberapa kekurangan ketika bereksperimen dengan ini adalah :
1. Tulisan Protected by Netcut Defender bukan berasal dari Netcut Defender melainkan dari Netcut itu sendiri. Intinya Netcut 2.1.1 ini belum bisa mengenali Netcut Defender 2.1.1 dengan baik.
2. Bila window diclose maka program bukan akan tertutup melainkan dikecilkan menuju syatemtray, dengan kata lain action untuk close dan minimize menjadi sama yang seharusnya berbeda
3. Netcut dan Netcut Defender masih memaksa untuk run saat startup biarpun opsi untuk startup telah dihilangkan
Dengain ini bug-bug tersebut telah saya submit ke pihak netcut untuk diperbaiki
Untuk saat ini saya belum merekomendasikan Anda untuk memakai tools Netcut Defender mengingat masih banyaknya bug yang ada, lebih baik bila Anda mempercayakan kepada ahli firewall yang lebih baik seperti Comodo Firewall
Download Netcut dan Netcut Defender di sini
ORIGINAL RESOURCE: Netcut-2-1-1-dan-netcut-defender-2-1-1-senjata-sederhana-nan-asyik-untuk-perang-jaringan
Membuat hotspot / access point di ubuntu
Dengan banyaknya pilihan operator yang tersedia saat ini, semakin mempermudah setiap orang untuk dapat koneksi internet murah. Nah, terkadang ada pemikiran bagaimana menjadi lebih murah dan efektif untuk memanfaatkan 1 USB Modem yang dimiliki sehingga dapat dipakai sebagai koneksi internet yang dapat dibagi pakai (sharing). Atau kalau bahasa internetnya adalah menjadikan Laptop yang memiliki USB Modem difungsikan sebagai Access Point / Hotspot. Bagaimana caranya ?
Ternyata dengan Ubuntu sangat mudah, sbb. :
1. Klik Icon Network Manager, kemudian pilih / klik Create New Wireless Network
2. Isikan Network Name, Pilih Wireless Security dan isikan Passowrd Key-nya
Nama Network saya isi : Wifi1, Wireless Securities pilih : “WEP 40/128-bit Key” (agar wireless juga bisa diakses oleh Windows) dan password sesuai keinginan. Klik Create. Sampai disini Anda telah sukses membuat Wireless Network dan setelah beberapa saat sistem Ubuntu akan menyampaikan informasi bahwa Wireless Network sudah Connect seperti terlihat pada gambar :
3. Pada Laptop yang lain (Ubuntu Sabily) saya akan mendemonstrasikan cara koneksinya. Klik Icon Network Manager. Dapat dilihat bahwa terdapat koneksi yang bisa digunakan (available) yaitu Wifi1. Klik Wifi1 …
4. Akan muncul kotak dialog : Wireless Securities dan Password Key, agar dipilih dan diisikan seperti data di atas, kemudian klik Connect … Nah Laptop sudah connect ke Internet melalui Wifi1 dan silakan berselancar.
5. Jika besok hari berikutnya akan mengaktifkan Wifi1 kembali, tidak perlu membuat koneksi baru, namun cukup klik Network Manager –> Create New Wireless Network. Pada Connection pilih Nama Wifi di atas (biasanya minta password user) –> klik Create
Semoga informasi ini bermanfaat
Mengunci laptop dengan flashdisk
FLASHDISK atau media penyimpanan lain melalui port USB dapat digunakan sebagai sebuah alat untuk security atau keamanan
PREDATOR adalah software untuk mengunci PC Anda ketika Anda pergi, bahkan jika sesi windows anda masi terbuka.Dengan menggunakan perangkat USB flashdisk anda dapat mengunci komputer anda dan akan bekerja sebagai berikut :

Advanced Security Features:
Berminat?
Ada dua versi predator, Versi free dan versi Professional Editions, dimana untuk versi Professional Editions anda harus membeli lisensinya, lihat gambar tabel perbedaan antara versi free dan Professional Editions

Kedua2nya dapat dignakan pada
Windows XP SP3
Windows Server 2003
Windows Server 2008
Windows Vista
Windows 7
Download versi free
Untuk Windows 64 Bit
Untuk versi Professional Editions anda dapat mengklik link Home Page
original source: www.binushacker.net
PREDATOR adalah software untuk mengunci PC Anda ketika Anda pergi, bahkan jika sesi windows anda masi terbuka.Dengan menggunakan perangkat USB flashdisk anda dapat mengunci komputer anda dan akan bekerja sebagai berikut :
- Masukkan USB flashdisk anda ke port USB komputerAnda
- Jalankan program PREDATOR (atau anda dapat menggunakan auto start) yang telah anda install
- Lakukan pekerjaan anda pada komputer
- Ketika anda harus meninggalkan komputer anda untuk melakukan sesuatu kegiatan dan akan melanjutkan kembali, anda tidak perlu mematikan komputer anda dan menutup segala pekerjaan anda, cukup dengan mencabut USB flashdisk anda.
- Bila anda mencabut perangkat USB flashdisk anda, Keyboard dan mouse otomatis tidak dapat digunakan, dan layar monitor akan blank gelap.
- Saat anda kembali untuk melakukan pekerjaan anda pada komputer, masukkan USB Flashdisk anda ke port USB tadi, maka Layar komputer akan tampil kembali, dan mouse serta keyboard akan aktif.
Advanced Security Features:
- Lindungi komputer dengan flash drive tunggal. PREDATOR dapat mengirim pesan peringatan melalui Email atau SMS.
- PREDATOR mencatat semua kejadian yang berhubungan dengan keamanan dalam file log: mulai, alarm, stop. Dengan membaca log ini, Anda akan tahu jika penyusup telah mencoba menggunakan komputer Anda saat Anda telah pergi.
- PREDATOR dapat mereplikasi log ini di akun Twitter Anda, memungkinkan Anda untuk jarak jauh memonitor semua aktivitas akses-kontrol pada PC Anda.
- PREDATOR melakukan perubahan kode keamanan yang tercatat pada drive USB anda. Jika seorang penyusup berhasil untuk mengkopy flashdisk Anda, ini tidak akan bekerja karena kode pada flashdisk Anda sendiri akan berubah untuk sementara.
- PREDATOR Menonaktifkan tugas Windows manager ketika Anda mencabut USB drive. Tidak ada yang dapat menghentikannya dengan Ctrl-Alt-Del.
- PREDATOR memungkinkan Anda mendapatkan kembali kontrol dari komputer Anda jika Anda kehilangan flashdisk : ketika Anda mulai perangkat lunak untuk pertama kalinya, Anda menetapkan sandi yang akan membuka sesi Anda jika USB drive anda hilang atau rusak
- PREDATOR dapat membunyikan alarm yang dapat didengar jika seseorang ingin menggunakan komputer dengan memasuki password tidak benar.
- Dan PREDATOR dapat melindungi beberapa PC dengan USB flash drive yang sama, misalnya untuk komputer rumah anda dan komputer kantor.
Berminat?
Ada dua versi predator, Versi free dan versi Professional Editions, dimana untuk versi Professional Editions anda harus membeli lisensinya, lihat gambar tabel perbedaan antara versi free dan Professional Editions
Kedua2nya dapat dignakan pada
Windows XP SP3
Windows Server 2003
Windows Server 2008
Windows Vista
Windows 7
Download versi free
Untuk Windows 64 Bit
Untuk versi Professional Editions anda dapat mengklik link Home Page
original source: www.binushacker.net
Hacking lost password smadAV
Cara Hack Password Smadav ini sangat berguna bilamana anda Lupa Password Smadav anda. Sehingga anda tidak dapat menggunakan tool dan menyeting Smadav. Fitur password protect ini hanya ada pada Smadav Pro. Seperti yang kita ketahui, fitur ini berfungsi agar tidak sembarang orang dapat mengubah-ubah settingan dan menggunakan tool Smadav. Jadi hanya Si Admin saja yang bisa mengotak-atik settingannya. Namun bagaiman bila si Admin lupa passwordnya? Nah,berikut mari kita ulas step by step.

Berikut caranya :

Jangan pernah lelah untuk belajar & tetap stay update @ http://www.binushacker.net
Berikut caranya :
- Ketika anda mendapati bahwasanya anda lupa password Admin Smadav, tutup saja Smadavnya. Lalu buka Registry Editor (Start – Run – ketik “regedit” – Enter) dan buka key HKEY_CURRENT_USER\Software\SMADAV. (huruf “A” yang didepan “D” itu seharusnya segitiga, bukan “A”. Tapi karena itu karakter ascii jadinya tidak muncul)
- Cari string UsePassword, klik 2 kali dan ganti value yang semula 1 menjadi 0.
- Sekarang itu buka kembali Smadav-nya, anda tidak akan dimintai password.
- Lalu buka menu Setting, centang pada opsi “Gunakan password untuk admin Smadav” dan klik Edit password untuk mengganti passwordnya dengan yang baru.
- Masukkan password anda yang baru dan klik Save. Sekarang passwordnya sudah berhasil diganti.
Jangan pernah lelah untuk belajar & tetap stay update @ http://www.binushacker.net
Posted by Tri Marjuki
Perbedaan PHP dan ASP
Ane sedikit penasaran dengan yang namanya php dan asp .net, iseng dah barusan ane cari cari sumber buat muasin rasa penasaran ane yang bejibun ini… seperti biasa hal yang pertama ane lakukan untuk mencari sesuatu yang menurut ane “unknown” ane buka wikipedia sang enslikopedia “lengkap”, setelah ane buka eh malah cuman disuguhin hal yang minim tentang php dan beralih lah ane ke si mbah gugle, and walah,, ane nemu satu artikel yang singkat padat jelas dan yang pasti bisa menuhin rasa penasaran ane selama ini, so apa salahnya ane bagi disini,, ya kan??
Bagi orang awam tentang pemprograman website PHP dan ASP menurut mereka tidak jauh bedanya, malah ada yang mengatakan ASP itu adalah Bahasa Pemrprogram dari PHP…berikut saya jelaskan perbedaan dari ASP dan PHP…???
ASP dan PHP merupakan bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk membuat website. Tidak seperti halaman web HTML biasa, ASP dan PHP lebih dinamis dan mampu membuat para user bisa berinteraksi dan bertukar informasi dengan database website.

ASP merupakan kependekan dari Active Server Pages, suatu jenis program yang bekerja dalam Microsoft (Windows) melalui IIS (Internet Information Server). ASP memerlukan server Microsoft untuk menjalankan website. Sedangkan program PHP atau Hypertext Preprocessor berjalan di server Linux atau Unix. PHP yang lebih baru bisa berjalan di server NT.

Program PHP juga bisa berjalan di Windows, Solaris, Unix dan Linux sedangkan ASP hanya bisa berjalan di server dengan platform Windows. Baru-baru ini saja, ASP bisa berjalan pada platform Linux yang hanya ada bila sudah terinstall ASP-Apache di servernya.
Jika Anda seorang programmer mahir dengan bahasa C++, Anda mungkin akan lebih nyaman menggunakan PHP daripada ASP. PHP menggunakan C/C++ sebagai bahasa pemrograman dasar dan kebanyakan syntax-nya serupa antara yang satu dengan yang lain. Karena sebagian besar programmer masih menggunakan bahasa C++, PHP menjadi lebih populer dibanding dengan ASP.
ASP lebih banyak mirip dengan syntax dan interface-nya pemrograman Visual Basic. Hal itu dikarenakan pada dasarnya Visual Basic adalah berkorelasi dengan produk dan program-program buatan Microsoft. Jadi jika Anda seorang programmer, pemilihan antara ASP dan PHP sebenarnya didasarkan pada bahasa pemrograman mana yang paling Anda kuasai.
Jika dibandingkan dari segi biaya dan kemahalannya, program ASP membutuhkan Windows dengan IIS terinstall di servernya. Anda harus membeli kedua komponen tersebut agar ASP bisa berjalan. Sebaliknya, PHP hanya akan membutuhkan sebuah server Linux yang bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma.
PHP sangatlah fleksibel ketika dikoneksikan dengan database. PHP bisa terkoneksi dengan beberapa database dimana yang sebagian besar digunakan adalah MySQL. Harap dicatat bahwa MySQL tidak akan membebani Anda sesen rupiah pun. Tapi bila Anda ingin memakai ASP, Anda perlu untuk membeli MS-SQL, produknya Microsoft.
Kecepatan me-load adalah faktor besar dalam memelihara website. Jika Anda sangat selektif soal kecepatan, Anda mungkin lebih membutuhkan PHP. Pada dasarnya kode PHP berjalan lebih cepat daripada ASP karena berjalan di space-nya sendiri sedangkan ASP menggunakan sebuah tambahan server dan menggunakan arsitektur berbasis COM.
Dalam bekerja dengan PHP, kebanyakan tools terasosiasi dengan program yang kebanyakan berupa open source software, jadi Anda tidak perlu membayar untuk mendapatkan tool tersebut. Tidak seperti ASP yang mungkin mengharuskan kita untuk membeli tool tambahan untuk bekerja dengan program ini.
Kesimpulannya: Baik PHP dan ASP mempunyai keuntungan dan kerugian. Pada dasarnya semua bergantung pada bagian pengembangan website mana yang akan Anda pilih. Apakah Anda mencemaskan biaya dari pembuatan website Anda? Apakah anda ingin menggunakan bahasa pemrograman yang familiar dengan Anda? Apakah Anda menginginkan website yang lebih stabil dan cepat? Pemilihan antara ASP dan PHP pada dasarnya tergantung pada preferensi Anda sendiri. Sebaiknya Anda berunding dengan programer atau webmaster lainnya dan cari sebanyak mungkin informasi mengenai kode pemrograman mana yang paling pas dengan website Anda.
He…. he… he… singkat banget kan.. tapi artikel ini menurut ane padat merayap.. jadi mudah untuk di cerna buat mereka yang hanya mencari seberkas pencerahan apa itu php? dan apa itu asp?
So thats it.
Sumber: http://www.binushacker.net/perbedaan-php-dan-asp.html from http://ibnuleo.wordpress.com/2011/03/14/perbedaan-asp-dan-php/
So lets cek this out....
Bagi para webmaster yang baru belajar saya hanya ingin menjelaskan sedikit yang saya dapatkan untuk pertanyaan yang selalu ditanya apa sih perbedaan PHP dengan ASP..Bagi orang awam tentang pemprograman website PHP dan ASP menurut mereka tidak jauh bedanya, malah ada yang mengatakan ASP itu adalah Bahasa Pemrprogram dari PHP…berikut saya jelaskan perbedaan dari ASP dan PHP…???
ASP dan PHP merupakan bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk membuat website. Tidak seperti halaman web HTML biasa, ASP dan PHP lebih dinamis dan mampu membuat para user bisa berinteraksi dan bertukar informasi dengan database website.

ASP merupakan kependekan dari Active Server Pages, suatu jenis program yang bekerja dalam Microsoft (Windows) melalui IIS (Internet Information Server). ASP memerlukan server Microsoft untuk menjalankan website. Sedangkan program PHP atau Hypertext Preprocessor berjalan di server Linux atau Unix. PHP yang lebih baru bisa berjalan di server NT.

Program PHP juga bisa berjalan di Windows, Solaris, Unix dan Linux sedangkan ASP hanya bisa berjalan di server dengan platform Windows. Baru-baru ini saja, ASP bisa berjalan pada platform Linux yang hanya ada bila sudah terinstall ASP-Apache di servernya.
Jika Anda seorang programmer mahir dengan bahasa C++, Anda mungkin akan lebih nyaman menggunakan PHP daripada ASP. PHP menggunakan C/C++ sebagai bahasa pemrograman dasar dan kebanyakan syntax-nya serupa antara yang satu dengan yang lain. Karena sebagian besar programmer masih menggunakan bahasa C++, PHP menjadi lebih populer dibanding dengan ASP.
ASP lebih banyak mirip dengan syntax dan interface-nya pemrograman Visual Basic. Hal itu dikarenakan pada dasarnya Visual Basic adalah berkorelasi dengan produk dan program-program buatan Microsoft. Jadi jika Anda seorang programmer, pemilihan antara ASP dan PHP sebenarnya didasarkan pada bahasa pemrograman mana yang paling Anda kuasai.
Jika dibandingkan dari segi biaya dan kemahalannya, program ASP membutuhkan Windows dengan IIS terinstall di servernya. Anda harus membeli kedua komponen tersebut agar ASP bisa berjalan. Sebaliknya, PHP hanya akan membutuhkan sebuah server Linux yang bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma.
PHP sangatlah fleksibel ketika dikoneksikan dengan database. PHP bisa terkoneksi dengan beberapa database dimana yang sebagian besar digunakan adalah MySQL. Harap dicatat bahwa MySQL tidak akan membebani Anda sesen rupiah pun. Tapi bila Anda ingin memakai ASP, Anda perlu untuk membeli MS-SQL, produknya Microsoft.
Kecepatan me-load adalah faktor besar dalam memelihara website. Jika Anda sangat selektif soal kecepatan, Anda mungkin lebih membutuhkan PHP. Pada dasarnya kode PHP berjalan lebih cepat daripada ASP karena berjalan di space-nya sendiri sedangkan ASP menggunakan sebuah tambahan server dan menggunakan arsitektur berbasis COM.
Dalam bekerja dengan PHP, kebanyakan tools terasosiasi dengan program yang kebanyakan berupa open source software, jadi Anda tidak perlu membayar untuk mendapatkan tool tersebut. Tidak seperti ASP yang mungkin mengharuskan kita untuk membeli tool tambahan untuk bekerja dengan program ini.
Kesimpulannya: Baik PHP dan ASP mempunyai keuntungan dan kerugian. Pada dasarnya semua bergantung pada bagian pengembangan website mana yang akan Anda pilih. Apakah Anda mencemaskan biaya dari pembuatan website Anda? Apakah anda ingin menggunakan bahasa pemrograman yang familiar dengan Anda? Apakah Anda menginginkan website yang lebih stabil dan cepat? Pemilihan antara ASP dan PHP pada dasarnya tergantung pada preferensi Anda sendiri. Sebaiknya Anda berunding dengan programer atau webmaster lainnya dan cari sebanyak mungkin informasi mengenai kode pemrograman mana yang paling pas dengan website Anda.
He…. he… he… singkat banget kan.. tapi artikel ini menurut ane padat merayap.. jadi mudah untuk di cerna buat mereka yang hanya mencari seberkas pencerahan apa itu php? dan apa itu asp?
So thats it.
Sumber: http://www.binushacker.net/perbedaan-php-dan-asp.html from http://ibnuleo.wordpress.com/2011/03/14/perbedaan-asp-dan-php/
Posted by Tri Marjuki
